Berita Desa

MEWUJUDKAN LINGKUNGAN REMAJA YANG BEBAS BULLYING DAN PERNIKAHAN ANAK, KKP UIN MATARAM LAKUKAN SOSIALISASI BERSAMA DP3AKB SURALAGA.

Anjani,03/08/2024, Fenomena bullying dan pernikahan anak yang terjadi akhir-akhir ini sangat memprihatinkan. kasus-kasus bullying memenuhi kolom berita, hal yang sering diremehkan dan hanya dianggap sekadar candaan inipun acap kali memakan korban. Bukan hanya mental korban, akan tetapi seringkali merenggut nyawa. Pernikahan anakpun demikian, pernikahan yang dilakukan di bawah umur akan mempengaruhi psikologis dan mental pelaku. Pada usia belia dan mental yang belum matang, pernikahan bukanlah surga akan tetapi menjadi neraka ketika harus menghadapi permasalahan-permasalahan rumah tangga. Hal ini juga akan berdampak pada ibu muda dan bayi yang rentan terdampak stunting karena minimnya pengetahuan tentang gizi dan pengalaman seorang ibu.  

Hal ini tidak bisa dipandang remeh, data dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB menyebutkan pada tahun 2023 remaja hamil di NTB mencapai angka 5.028 jiwa dan remaja yang bersalin hanya mencapai angka 2.726 jiwa. Selisih yang sangat jauh ini menunjukkan bahwa kehamilan yang terjadi di usia dini rentan keguguran dan kematian bagi ibu hamil. Hal ini tentu harus menjadi perhatian dari berbagai pihak dan dinas terkait.

IMG-20240806-WA0019 Foto Istimewa : KKP UIN Desa Anjani 2024 Bersama DP3AKB Kec. Suralaga 

Menyikapi hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Partisipatif (KKP) Universitas Islam Negeri Mataram Bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Suralaga melakukan sosialisasi dengan tema “Mewujudkan Lingkunga Remaja Bebas Bullying Dan Pernikahan Dini” yang bertempat di SMA Sullamul Mubtadi Anjani pada sabtu, 03 agustus 2024 lalu, dengan mengundang Dyah Pujiyuwana S.E, M.M. selaku kepala UPT DP3AKB Suralaga sebagai pemateri. 

Sosialisasi ini disambut antusias oleh pihak sekolah dan guru dan siswa kelas dua belas yang hadir sebagai audience. “sosialisasi seperti ini sangat penting dan harus di support agar bisa mencegah dan mengingatkan anak didik kita sebagai remaja tentang bahaya bullying dan pernikahan dini. Terimakasih kepada KKP UIN Mataram dan pihak terkait atas sosialisasi yang bisa terlaksana pada hari ini” ucap kepala sekolah SMA Sullamul Mubtadi, bapak Johardi. Dalam sambutannya juga, Ketua KKP Anjani UIN Mataram Menyampaikan harapannya “semoga dengan adanya sosialisasi ini bisa menambah pengetahuan dan menjadi lampu merah bagi adik-adik SMA terhadap bullying dan pernikahan dini” ujar Marjan dalam sambutannya. 

IMG-20240806-WA0016

Dalam materinya, pemateri menegaskan bahaya bullying dan pernikahan anak yang bisa merugikan berbagai pihak. untuk menegaskan bahwa pernikahan yang dilakukan dibawah usia 19 tahun itu dilakukan oleh anak-anak dan rentan terhadap berbagai bahaya beliau bahkan mengganti istilah lumrah dari Pernikahan dini menjadi menjadi pernikahan anak agar lebih menegaskan bahwa pernikahan yang tidak memenuhi usia diatas dilakukan oleh anak-anak yang belum dewasa dan belum matang secara mental dan psikologis. Hal inilah yang menjadi referensi penulis ketika menuliskan judul tulisan ini dengan mengganti istilah “pernikahan dini” menjadi “pernikahan anak”.

Sosialisasi ini sejalan dengan salah satu sub tema yang diusung oleh UIN Mataran sebagai tema KKP ta nihun ini, yaitu “Pendampingan Desa Digital, Ramah Perempuan, Dan UMKM Halal”. Melalui sosialisasi ini KKP Anjani UIN Mataram berharap bisa menjadi salah satu Langkah pencegahan dan bentuk turut andilnya dalam mencegah bullying dan pernikahan dini. (M.S)

Beri Komentar

CAPTCHA Image