Berita Desa

DOKUMEN KAJIAN SOSIAL DESA ANJANI KEC. SURALAGA KAB. LOTIM

 

DOKUMEN KAJIAN SOSIAL

DESA ANJANI KEC. SURALAGA KAB. LOTIM

 

 

ADVOKASI BURUH MIGRANT INDONESIA

AWO INTERNATIONAL

 

 

 

Perlindungan Buruh Migrant Perempuan (BMP)

Dari Tindak Trafficking Dan Kekerasan Berbasis Gender

2018-2020

 

 

KATA PENGANTAR

Besarnya jumlah Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri dapat memberikan dampak positif dan negatif baikbagi negara pengirim maupun negara penerima. Dampak positif bagi negara pengirim antara lain pengurangan angkapengangguran, peningkatan kesejahteraan TKW, keluarga dan masyarakat sekitar, peningkatan penerimaan devisa sertatumbuh dan berkembangnya wirausaha.

Dampak positif bagi negara penerima antara lain dapat mengisikesenjangan pasar kerja dan meningkatkan penerimaan pajak negara. Adapun dampak negatif bagi Indonesia selakunegara pengirim antara lain memungkinkan terjadinya pengurangan tenaga kerja dalam negeri, terjadinya trafficking,pelanggaran HAM, putusnya komunikasi dengan keluarga, serta permasalahan-permasalahan lain yang dialami TKW kita diluar negeri, antara lain penipuan, penyiksaan, perkosaan, penyakit, dan lain-lain.

Yayasan Adovokasi Buruh Migrant Indonesia (ADBMI) yang bekerja sama dengan AWO International terus berupaya memberikan pendampingan dan pembinaan terhadap masyarakat untuk meningkatkan kapasitas dari masyarakat itu sendiri dengan melihat banyaknya permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh TKW kita di luar negeri yang banyak disebabkan karena tingkat pemahaman dan pengetahuan CTKW/TKW kita yang masih rendah.

Sehingga masih sangat diperlukan upaya-upaya peningkatan pemahaman dan pengetahuan Calon TKW sebelum bekerja keluar negeri, dalam rangka memberikan informasi yang lengkap, tepat, benar, dan akurat tentang Program Penempatan Dan Perlindungan Tenaga Kerja Wanita di luar negeri, antara lain dengan bekal pengetahuan dengan meningkatkan kapasitas dari TKW itu sendiri.

Program ADBMI yang bekerjasama dengan AWO International akan di laksanakan di 5 Desa  Pengirim Utama Buruh Migrant di Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan berdasar pada desa-desa degna kriteria :

  1. Merupakan pengirim utama buruh migrant
  2. Kantong kemiskinan (angka kemiskinan tinggi)
  3. Indeks pembangunan manusia rendah
  4. Potensi resiko bencana tinggi
  5. Angka kawin cerai tinggi
  6. Infrasrukture jalan terbatas (terisolasi )
  7. Merepresentasikan zona timur, barat, utara, selatan dan daerah pegunungan serta pantai.

Desa tersebut adalah :

  1. Suradadi Village, Sub-district Terara
  2. Ketapang Raya Village, sub-District Keruak
  3. Pringgasela Timur Village, sub-District Pringgasela
  4. Wanasaba Village, sub-District Wanasaba
  5. Anjani Village, sub-District Suralaga

Ttd

 

 

 

ADBMI Fondation

DAFTAR ISI

 

 

Judul

Kata Pengantar

Daftar Isi

Glosari                                                                                   

Metodologi

Ringkasan

Batas Wilayah

Batas Wilayah

Jumlah Penduduk

Profil Desa         

Sejarah Desa

Potensi Sumber Daya Alam

Topografi

Pertanian

Potensi Sumber Daya Manusia

Potensi Kelembagaan

Indikator Kemiskinan

Tingkat Kesejahteraan Masyarakat

Aktivitas Harian Masyarakat

Gender

Migrasi

Analisa SWOT

Rekomendasi

Lampiran  

Database Migrasi

GLOSARI

  1. Pekerja Migrant Indonesai adalah orang yang berpindah ke daerah lain, baik di dalam maupun ke luar negeri untuk bekerja dalam jangka waktu tertentu
  2. Tenaga Kerja Indonesia (disingkat TKI) adalah sebutan bagi warga negara Indonesia yang lowlife dan unskill yang bekerja di luar negeri (seperti Malaysia, Timur Tengah, Taiwan, uganda dan somalia) dalam hubungan kerja untuk jangka waktu tertentu dengan menerima upah.
  3. Gender adalah sifat dan perilaku yang dilekatkan pada laki-laki dan perempuan yang dibentuk secara sosial maupun budaya.
  4. Sensus merupakan penghitungan jumlah penduduk, ekonomi, dan sebagainya yang dilakukan oleh pemerintah dalam jangka waktu tertentu, dilakukan secara serentak, dan bersifat menyeluruh dalam suatu batas negara untuk kepentingan demografi negara yang bersangkutan.
  5. Data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu pengolahan. Data bisa berujut suatu keadaan, gambar, suara, huruf, angka, matematika, bahasa ataupun simbol-simbol lainnya yang bisa kita gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian ataupun suatu konsep.
  6. Profil adalah sebuah gambaran singkat tentang seseorang, organisasi, benda lembaga ataupun wilayah. Cara menulis profil yang baik ditulis secara singkat dan jelas dan dapat menggambarkan sesuatu yang kita tulis baik itu berupa seseorang ,benda lembaga ataupun wilayah.
  7. Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang lokasi serta persamaan, dan perbedaan (variasi) keruangan atas fenomena fisik, dan manusia di atas permukaan bumi. Kata geografi berasal dari Bahasa Yunani yaitu gêo ("Bumi"), dan graphein ("tulisan", atau "menjelaskan").
  8. Migrasi adalah perpindahn penduduk dari satu tempat ke tempat lain, ada 2 jenis yaitu imigraasi dan emigrasi. Imigrasi adalah perpindahan penduduk dari negara lain yang mengunjungi sebuah negara. Misalnya penduduk Malaysia berpindah dan tinggal di Indonesia.
  9. Konservasi adalah pelestarian atau perlindungan. Secara harfiah, konservasi berasal dari bahasa Inggris, (Inggris) Conservation yang artinya pelestarian atau perlindungan. Sedangkan menurut ilmu lingkungan, Konservasi adalah upaya perlindungan dan pengelolaan yang hati-hati terhadap lingkungan dan sumber daya alam.
  10. Definisi buruh migran atau pekerja migran itu sangat luas meskipun lebih sering di artikan sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri. Arti umumnya adalah orang yang bermigrasi atau berpindah dari wilayah kelahiran atau lokasi tinggal yang bersifat tetap untuk keperluan bekerja.
  11. Analisis SWOT adalah Merupakan metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek bisnis/perusahaan atau suatu spekulasi bisnis.

 

 

METODOLOGI

Analisis sosial (ansos) merupakan salah satu metodologi yang dikembangkan  untuk mengetahui dan mendalami realitas sosial. Ansos dilakukan untuk memperoleh gambaran yang jelas dan lebih lengkap tentang sebuah situasi sosial dengan menggali hubungan-hubungan historis dan kulturalnya. Misalnya mempelajari tentang keadaan ekonomi, potensi sumber daya alam dan manusia, budaya, serta menggali informasi tentang tenaga kerja Indonesia yang ada di desa tersebut.

Ada dua metode atau data yang digunakan dalam analisa sosial (ansos) yang digunakan di Anjani Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur.

  1. Data kualitatif yaitu data yang dinyatakan dengan atribut. Data kualitatif diperoleh dari gambaran yang teratur tentang suatu peristiwa atau kejadian maka statistik ini disebut “Deskriftif” misalnya pengukuran nilai sentral (Rata-rata, Median, Modus), deviasi, perhitungan angka indeks, ukuran korelasi, dan trend.
  2. Data kuantitatif yaitu data yang dinyatakan dengan bilangan. Pada pendekatan seperti ini menggunakan alat statistik. Bila pendekatan menggunakan alat statistik berarti analisis data dilakukan menurut dasar-dasar statistik. Pendekatan kuantitafif seperti survey yang dapat berupa korelasional dan evaluatif.

  

RINGKASAN

  1. Batas Wilayah

Batas

Desa/Kelurahan

Kecamatan

Sebelah Utara

Sembalun/TNGR

Sembalun

Sebelah Selatan

Obel-Obel

Sambelia

Sebelah Timur

Bayan

Bayan

Sebelah Barat

Belanting

Sambelia

  1. Luas Wilayah

 Grafik diatas menunjukkan, luas wilayah Desa Anjani Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur yang dirincikan dengan kriteria sebagai berikut : Luas (pemukiman : 93.30, persawahan : 281.20 ha/m2, perkebunan : 19.35 ha/m2, kuburan : 3.15 ha/m2, pekarangan : 16.25 ha/m2, perkantoran : 3.15 ha/m2, sarana umum lainya : 9.10 ha/m2 dan jumlah luar total keseluruhanya adalah 423.150 ha/m2.

  1. Jumlah Penduduk

Grafik tersebut menjelaskan jumlah penduduk (laki-laki : 5.338 orang, perempuan : 6.078 orang), adapun jumlah kepala keluarga sebanyak 3.544 keluarga dengan perincian kelahiran laki-laki sebanyak 122 orang dan kelahiran perempuan sebanyak 156 orang pada tahun 2016. Sumber utama penduduk Desa Anjani Kecamatan Suralaga adalah peternakan, pertanian dan perdagangan.

PROFIL DESA

  1. Sejarah Desa

Kata Anjani diambil dari sebuah kata dalam bahasa sasak yaitu kata “onjona” yang artinya “yang dituju” atau “tujuan”.  Pada masa Kolonial Belanda, Desa Anjani masih merupakan sebuah hutan (gawah = bahasa sasak) dan menjadi tujuan orang-orang dari berbagai desa untuk mencari kayu, namun kemudian orang-orang itu membuat kaplingan-kaplingan dan kemudian tinggal menetap membuat pemukiman.  Orang-orang yang membuat kaplingan itu berasal dari Desa Jantuk, Desa Dasan Lekong, Desa Rempung, Desa Rarang, Desa Penakak dan desa-desa lainnya.  Mereka yang tinggal tersebut mengambil kaplingan dan tinggal bersama dengan orang-orang se asal.  Orang-orang dari Desa Aik Anyar tinggal dan membuat pemukiman pada satu kaplingan, begitu juga dengan orang-orang dari Desa Jantuk, Desa Dasan Lekong dan orang-orang dari desa lainnya.  Hal ini terlihat dari bahasa, adat istiadat dan nama kampung sesuai dengan desa asal.  Pada tahun 1915 masehi, menurut Bapak Marolah Kepala Desa Anjani ke-3, Desa Aik Anyar (sekarang Desa Sukamulia) yang pada waktu itu merupakan wilayah kedistrikan Rarang Timur mendapat pemekaran wilayah, yaitu tanah hutan yang telah dijadikan pemukiman oleh orang-orang dari berbagai desa itu, yang sekarang Desa Anjani.

Dari sumber lain yang dapat diserap, bahwa hutan (tanah tegalan) tersebut merupakan tanah milik Raden Ari, sesepuh Desa Dasan Lekong.  Oleh karena pemilik tanah tersebut berasal dari luar desa maka seorang petugas/karyawan kedistrikan bernama Raden Gede dari Rarang mengusulkan agar tanah tersebut diserahkan ke Desa Aik Anyar namun pada saat itu Raden Ari selaku pemilik menolak dan bersitegang dengan petugas kedistrikan sehingga permasalahan ini diajukan ke Landrat (penghulu distrik).  Beberapa tahun berselang, tanah tersebut menjadi sengketa dan akhirnya pada tahun 1915 masehi, sengketa tersebut dimenangkan oleh Raden Gede karyawan distrik.  Kemenangan tersebut dapat dikatakan kemenangan bersyarat, sebab sebagian tanah tersebut tetap ditempati oleh masyarakat Desa Dasan Lekong dengan izin dari Raden Gede.  Untuk merayakan kemenangannya, Raden Gede berniat untuk menjadikan tanah tersebut sebagai tanah pemukiman (pedesaan), akhirnya banyak masyarakat dari berbagai desa pindah ke pemukiman baru tersebut.  Melihat perkembangan masyarakat dipemukiman tersebut dan mereka sangat antusias untuk mendirikan sebuah desa maka pada tahun 1917 masehi Raden Gede bermaksud membangun pemukiman tersebut menjadi sebuah desa baru.  Di akhir tahun 1917 masehi, Raden Gede menyampaikan meksudnya ke kedistrikan yang pada saat itu pemukiman ini di inspeksi oleh seorang Gubernemen Belanda yang didampingi oleh istrinya yang sedang hamil tua.  Dan berselang beberapa pekan, pada saat Gubernemen melakukan insepksi melahirkanlah istrinya.  Lahirlah seorang putri perempuan yang di beri nama “ANNANJANI”.

Pada tahun 1918 masehi, Raden Gede mendapat izin dari Pemerintah Kedistrikan Rarang Timur maka terbentuklah pemukiman baru tersebut menjadi sebuah desa baru dan kemudian diadakanlah pemilihan Kepala Desa.  Pada pemilihan tersebut terpilihlah Mamiq Saleh sebagai Kepala Desa pertama.  Di  masa pemilihan kepala desa itu, Gubernemen Belanda masih berada di desa baru itu maka untuk mengingat putrinya desa baru itu diberi nama sesuai dengan nama putrinya ANNANJANI.  Jadi ANNANJANI adalah asal usul kata ANJANI.

Dalam perkembangannya, Desa Anjani terbagi dalam 8 kekadusan, yaitu; Dusun Anjani Selatan, Anjani Barat, Anjani Timur, Banjar Manis, Pengendong, Majuwet, Gapuk Lauk dan Gapuk Daya.

Pada awal terbentuknya kecamatan, Desa Anjani menjadi wilayah dari Kecamatan Sukamulia, namun pada tahun 1999 masehi terjadilah pemekaran wilayah/pemekaran kecamatan di dalam wilayah Kabupaten Lombok Timur dan sebagai Bupati pada saat itu adalah Haji Sahdan, M.M.. 

Kecamatan Suralaga adalah salah satu kecamatan baru yang dapat dibentuk pada waktu itu dan Sar’i, S.Sos. sebagai camat pertamanya.  Dengan terbentuknya Suralaga sebagai sebuah kecamatan maka sejak itu Desa Anjani menjadi bagian dari wilayah Kecamatan Suralaga diantara 6 (enam) desa yang menjadi wilayahnya.  

Sekitar tahun 1999 masehi terjadilah gejolak di dalam tubuh Nahdlatul Wathan (NW) sehingga sebagian santri hijrah dari Pancor ke Desa Kalijaga.  Kemudian pada tahun 2000 diresmikanlah berdirinya Ponpes Syeikh Zainuddin NW Anjani dan para santri langsung dihijrahkan dari Kalijaga ke Anjani.  Pada tahun 2002 masehi, terjadilah pertikaian antara orang-orang yang pro ke NW Pancor dengan orang-orang yang pro ke NW Anjani dan pertikaian tersebut berpusat di Dusun Pao’ Lombok Desa Tebaban Kecamatan Suralaga sehingga banyak penduduk Pao’ Lombok yang pindah ke Anjani.  Mereka yang pindah membuat pemukiman baru di wilayah kekadusan Anjani Barat, di sekitar Ponpes Syeikh Zainuddin dengan status kependudukan masih numpang, artinya belum terdaftar secara yuridis sebagai penduduk Anjani.  Pada tahun 2006 masehi, oleh Pemerintah Desa Tebaban mereka dibuatkan surat keterangan pindah secara kolektif sehingga oleh Pemerintah Desa Anjani mereka diterima/diakui secara yuridis sebagai penduduk Desa Anjani dan perkampungan mereka menjadi Rukun Tetangga (RT) baru dari kekadusan Anjani Barat yaitu menjadi RT.14 Anjani Barat.

Pada awal tahun 2011 masehi, pada masa pemerintahan Sukiman sebagai Bupati Lombok Timur, Ahyan, S.H., M.H. sebagai Camat Suralaga dan Muhammad Isnaeni sebagai Kepala Desa Anjani, Desa Anjani dimekarkan menjadi tiga desa, yaitu Desa Anjani yang terdiri dari Dusun Anjani Selatan, Anjani Barat, Anjani Timur, Banjar Manis dan sebagian wilayah Dusun Pengendong (Kampung Kerembong) sebagai desa induk, sedangkan Dusun Gapuk Lauk dan Gapuk Daya menjadi Desa Gapuk (desa baru/desa pemekaran), sementara Dusun Majuwet dan sebagian Dusun Pengendong (Kampung Pengendong) menjadi Desa Bintang Rinjani (desa baru/desa pemekaran).  Bersamaan dengan itu juga, dilakukanlah pemekaran beberapa dusun yang menjadi wilayah Desa Anjani, yaitu; Dusun Anjani Selatan dan Dusun Anjani Barat.  Dusun Anjani Selatan dimekarkan menjadi 3 (tiga) dusun yakni; mulai dari RT.01 sampai RT.07 menjadi Dusun Anjani Selatan, RT.08 sampai RT.11 menjadi Dusun Anjani Selatan Dua dan RT.12 menjadi Dusun Penakak.  Dusun Anjani Barat dimekarkan menjadi 2 (dua) dusun yakni; RT.01 sampai RT.13 menjadi Dusun Anjani Barat dan RT.14 (RT baru) menjadi Dusun Darul Hijrah.  Sedangkan Kampung Kerembong didefinitifkan menjadi sebuah dusun baru, Dusun Kerembong, dengan demikian Desa Anjani tetap terbagi dalam 8 (delapan) kekadusan.

Pada saat atau setelah pemekaran dusun tersebut yang menjadi Kepala Dusun adalah :

  1. Kepala Dusun Anjani Selatan :   MAHMULUDDIN
  2. Kepala Dusun Anjani Selatan Dua :   SALIM
  3. Kepala Dusun Anjani Barat       :   H. HAMDAN
  4. Kepala Dusun Anjani Timur         :  M. HANUDIN
  5. Kepala Dusun Darul Hijrah          :   H. MOHAMMAD JAISYI, S.Pd.I.
  6. Kepala Dusun Banjar Manis         :   SAPARWADI AFANDI, S.Pd.
  7. Kepala Dusun Penakak                :   MUSTADIN
  8. Kepala Dusun Kerembong          :   MUKSIN

Nama-nama Kepala Desa Anjani sejak berdirinya Desa Anjani sampai sekarang adalah sebagai berikut :

  1. MAMIQ SALEH (1918-1930)
  2. MAMIQ SINAREP (1930-1960)
  3. BAPAK MAROLAH (1960-1965)
  4. SYAMSUDDIN (1965-1988)
  5. SYAMSUDDIN (Pejabat Sementara, 1988-1990)
  6. SAMSUDDIN (1990-1997)
  7. SAHDI ISKANDAR (Pejabat Sementara) (1997-1998)
  8. FATHMAWARDI, S.H. (1998-2005)
  9. MUHAMMAD ISNAENI (2005-2011)
  10. M. ZULKARNAIN (2011- sekarang)
  11. Potensi Sumber Daya Alam
  12. Luas Wilayah Menurut Penggunaan

 Grafik diatas menunjukkan, luas wilayah Desa Anjani Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur yang dirincikan dengan kriteria sebagai berikut : Luas (pemukiman : 93.30, persawahan : 281.20 ha/m2, perkebunan : 19.35 ha/m2, kuburan : 3.15 ha/m2, pekarangan : 16.25 ha/m2, perkantoran : 3.15 ha/m2, sarana umum lainya : 9.10 ha/m2 dan jumlah luar total keseluruhanya adalah 423.150 ha/m2.

  1. Luas Tanah Menurut Jenisnya
  2. Tanah Sawah

 Dari grafik tersebut terlihat luas tanah yang dijadikan sebagai areal persawahan yang menggunakan air irigasi seluas 132.11 ha/m2 dan luas areal persawahan menggunakan tadah hujan seluas  128.89 ha/m2 dengan total jumlah luas arela persawahan 261 ha/m2.

  1. Tanah Kering

 Grafik tersebut menunjukkan luas tanah (tegal/ladang : 90.89 ha/m2, pemukiman : 27 ha/m2, pekarangan 11 dan total kesuluruhanya adalah 128.89 ha/m2.

Tanah Perkebunan

Tanah Perkebunan Rakyat

-

ha/m2

Tanah Perkebunan Negara

-

ha/m2

Tanah Perkebunan swasta

-

ha/m2

Tanah Perkebunan seseorang

11

ha/m2

Total Luas

11

ha/m2

Tanah Fasilitas Umum

Kas Desa

 

ha/m2

a. tanah bengkok

0,82

ha/m2

b. tanah titi sara

 

ha/m2

c. kebun desa

3,25

ha/m2

Lapangan olahraga

0,017

ha/m2

Perkantoran Pemerintah

1

ha/m2

Ruang publik/taman kota

 

ha/m2

Tempat pemakaman desa/umum

3

ha/m2

Tempat pembuangan sampah

 

ha/m2

Bangunan sekolah/Perguruan tinggi

4

ha/m2

Pertokoan

0,015

ha/m2

Fasilitas Pasar

 

ha/m2

Terminal

-

ha/m2

Jalan

2

ha/m2

Daerah Tangkapan air

-

ha/m2

Usaha Perikanan

0,04

ha/m2

Sutet/aliran listrik tegangan tinggi

 

ha/m2

Tower XL dan Telkomsel

 

ha/m2

Total Luas

14.142

ha/m2

  1. Iklim

Curah hujan

8,83

Mm/Th

Jumlah bulan hujan

6

Bulan

Kelembapan

 

0C

Suhu rata-rata harian

24,35

0C

Tinggi tempat dari permukaan laut

200

Mdpal

  1. Topografi

Bentangan wilayah

Desa Dataran rendah

Tidak

423.150

ha/m2

Desa berbukit-bukit

Tidak

-

ha/m2

Desa Dataran tinggi/pegunungan

Tidak

-

ha/m2

Desa lereng gunung

Tidak

-

ha/m2

Desa tepi pantai/pesisir

Tidak

-

ha/m2

Desa kawasan rawa

Tidak

-

ha/m2

Desa kawasan gambut

Tidak

-

ha/m2

Desa aliran sungai

Tidak

-

ha/m2

Desa bantaran sungai

tidak

-

ha/m2

Letak

Desa kawasan perkantoran

Ya

1

ha/m2

Desa kawasan pertokoan/bisnis

Ya

0,015

ha/m2

Desa kawasan campuran

Ya

-

ha/m2

Desa kawasan industry

Ya

 

ha/m2

Desa kawasan kepulauan

Tidak

-

ha/m2

Desa

kawasan pantai/pesisir

Tidak

-

ha/m2

Desa kawasan hutan

Tidak

-

ha/m2

Desa kawasan taman suaka

Tidak

-

ha/m2

Desa kawasan taman wisata

Tidak

-

ha/m2

Desa perbatasan dengan negara lain

Tidak

-

ha/m2

Desa perbatasan dengan provinsi lain

Tidak

-

ha/m2

Desa perbatasan dengan kabupaten lain

Tidak

-

ha/m2

Desa perbatasan dengan kecamatan lain

Ya

 

ha/m2

Desa DAS/bantaran sungai

Tidak

-

ha/m2

Desa rawan banjir

Tidak

-

ha/m2

Desa potensial tsunami

Tidak

-

ha/m2

Desa rawan jalur gempa bumi

Tidak

-

ha/m2

Orbitasi

Jarak ke Ibu Kota Kecamatan

3,5

KM

Lama jarak tempuh ke Ibu Kota kecamatan dengan sepeda motor

                               0,15

Jam

Lama jarak tempuh ke Ibu Kota kecamatan dengan jalan kaki

1

Jam

Kendaraan umum ke Ibu kota kecamatan

 

Ada

Jarak ke Ibu Kota Kabupaten

8,5

KM

Lama jarak tempuh ke Ibu Kota kabupaten dengan sepeda motor

0.20

Jam

Lama jarak tempuh ke Ibu Kota kabupaten dengan jalan kaki/non motor

2

Jam

Kendaraan umum ke Ibu kota Kabupaten

 

Ada

Jarak ke Ibu Kota Provinsi

48

KM

Lama jarak tempuh ke Ibu Kota kecamatan dengan sepeda motor

2

Jam

  1. Pertanian
  2. Kepemilikan Lahan Pertanian Tanaman Pangan

Jumlah keluarga memiliki tanah pertanian

927

Keluarga

Tidak memiliki

2,396

Keluarga

Memiliki kurang 1 ha

927

Keluarga

Memiliki 1,0 – 5,0 ha

 

Keluarga

Memiliki 5,0 – 10 ha

 

Keluarga

Memiliki lebih dari 10 ha

-

Keluarga

Jumlah total keluarga petani

927

Keluarga

  1. Kepemilikan Lahan Perkebunan

Jumlah keluarga memiliki tanah perkebunan

213

Keluarga

Tidak memiliki

3110

Keluarga

Memiliki kurang 5 ha

213

Keluarga

Memiliki 10 – 50 ha

-

Keluarga

Memiliki 50 – 100 ha

-

Keluarga

Memiliki lebih dari 100 ha

-

Keluarga

Jumlah total keluarga perkebunan

213

Keluarga

Kepemilikan usaha perkebunan yg dimiliki Negara

-

 

Total jumlah perkebunan

 10

Ha

  1. Potensi Sumber Daya Manusia
  2. Jumlah Penduduk Kesuluruhan

Jumlah laki-laki

5338

Orang

Jumlah perempuan

6078

Orang

Jumlah total

11416

Orang

Jumlah kepala keluarga

3544

KK

Total

26376

Orang

  1. Jumalah Penduduk Berdasarkan Usia

Usia

Laki-laki

Perempuan

Usia

Laki-laki

Perempuan

0-12

Bulan

112

Orang

156

orang

39

tahun

74

Orang

78

Orang

1

Tahun

80

Orang

111

orang

40

tahun

72

Orang

80

Orang

2

Tahun

82

Orang

109

orang

41

tahun

73

Orang

79

Orang

3

Tahun

79

Orang

109

orang

42

tahun

75

Orang

77

Orang

4

Tahun

85

Orang

96

orang

43

tahun

71

Orang

     81

Orang

5

Tahun

90

Orang

95

orang

44

tahun

69

Orang

83

Orang

6

Tahun

105

Orang

149

orang

45

tahun

70

Orang

82

Orang

7

Tahun

119

Orang

135

orang

46

tahun

72

Orang

80

Orang

8

Tahun

115

Orang

139

orang

47

tahun

68

Orang

84

Orang

9

Tahun

111

Orang

143

orang

48

tahun

67

Orang

85

Orang

10

Tahun

126

Orang

131

orang

49

tahun

76

Orang

76

Orang

11

Tahun

85

Orang

102

orang

50

tahun

75

Orang

75

Orang

12

Tahun

87

Orang

100

orang

51

tahun

74

Orang

78

Orang

13

Tahun

89

Orang

98

orang

52

tahun

72

Orang

80

Orang

14

Tahun

86

Orang

101

orang

53

tahun

73

Orang

79

Orang

15

Tahun

83

Orang

104

orang

54

tahun

74

Orang

77

Orang

16

Tahun

88

Orang

99

orang

55

tahun

67

Orang

80

Orang

17

Tahun

85

Orang

102

orang

56

tahun

65

Orang

82

Orang

18

Tahun

93

Orang

94

orang

57

tahun

68

Orang

79

Orang

19

Tahun

92

Orang

95

orang

58

tahun

69

Orang

78

Orang

20

Tahun

87

Orang

100

orang

59

tahun

70

Orang

77

Orang

21

Tahun

85

Orang

102

orang

60

tahun

66

Orang

81

Orang

22

Tahun

86

Orang

101

orang

61

tahun

13

Orang

26

Orang

23

Tahun

90

Orang

97

orang

62

tahun

14

Orang

25

Orang

24

Tahun

89

Orang

98

orang

63

tahun

13

Orang

26

Orang

25

Tahun

88

Orang

98

orang

64

tahun

12

Orang

27

Orang

26

Tahun

95

Orang

80

orang

65

tahun

15

Orang

24

Orang

27

Tahun

72

Orang

81

orang

66

tahun

16

Orang

23

Orang

28

Tahun

71

Orang

79

orang

67

tahun

12

Orang

27

Orang

29

Tahun

73

Orang

77

orang

68

tahun

11

Orang

28

Orang

30

Tahun

75

Orang

76

orang

69

tahun

15

Orang

24

Orang

31

Tahun

74

Orang

78

orang

70

tahun

12

Orang

27

Orang

32

Tahun

71

Orang

81

orang

71

tahun

12

Orang

28

Orang

33

Tahun

65

Orang

97

orang

72

tahun

16

Orang

24

Orang

34

Tahun

64

Orang

98

orang

73

tahun

15

Orang

25

Orang

35

Tahun

75

Orang

77

orang

74

tahun

14

Orang

26

Orang

36

Tahun

74

Orang

78

orang

75 >

tahun

24

Orang

30

Orang

37

Tahun

72

Orang

80

orang

TOTAL

5338

Orang

6078

Orang

38

Tahun

70

Orang

82

orang

  1. Pendidikan

Tingkat pendidikan

Laki-laki

Perempuan

Usia 3-6 tahun yang belum masuk TK

195

Orang

228

Orang

Usia 3-6 tahun yang sedang TK/play group

144

Orang

172

Orang

Usia 7-18 tahun yang tidak pernah sekolah

87

Orang

53

Orang

Usia 7-18 tahun yang sedang sekolah

967

Orang

941

Orang

Usia 18-56 tahun yang tidak pernah sekolah

63

Orang

80

Orang

Usia 18-56 th yang pernah SD tapi tdk tamat

367

Orang

514

Orang

Tamat SD/sederajat

326

Orang

456

Orang

Usia 12-56 tahun tidak tamat SLTP

408

Orang

551

Orang

Usia 18-56 tahun tidak tamat SLTA

432

Orang

555

Orang

Tamat SLTP/sederajat

830

Orang

946

Orang

Tamat SLTA/sederajat

783

Orang

241

Orang

Tamat D-1 /sederajat

16

Orang

7

Orang

Tamat D2/sederajat

48

Orang

59

Orang

Tamat D3/sederajat

25

Orang

19

Orang

Tamat S1/sederajat

83

Orang

126

Orang

Tamat S2/sederajat

2

Orang

 

Orang

Tamat S3/sederajat

 

Orang

 

Orang

Tamat SLB A

 

Orang

 

Orang

Tamat SLB B

 

Orang

 

Orang

Tamat SLB C

 

Orang

 

Orang

 

 

Orang

 

Orang

TOTAL JUMLAH

4776

ORANG

4948

ORANG

  1. Mata Pencaharian

Jenis Pekerjaan

Laki-laki

Perempuan

Petani

           706                   1557

Orang

345

Orang

Buruh tani

435

Lampiran File
Kajian Sosaial Desa Anjani

Unduh

Beri Komentar

CAPTCHA Image